Minggu, 12 Desember 2010

Shift Register 4094

IC shift register adalah sebuah komponen elektronik (IC) yang digunakan untuk memsukkan data secara serial dan mengeluarkan data secara paralel. Pada IC shift register 4094 ini memiliki konfigurasi pin seperti dibawah ini:

Konfigurasi Pin 4094

 

Keterangan Pin
OE             = Output enable
QP0-QP7  = Output Paralel 0 - Output Paralel 7
D               = Input Data Serial
CP             = Clock Input
QS1-QS2  = Output Serial1 - Output Serial2
STR           = Strobe Input
VCC          = V+
GND          = gnd


Cara Kerja Shift register
   Data masuk secara serial melalui pin D (1). Pada IC Shift Register ini data masuk baru disimpan setelah terjadi clock jadi cara memasukkan data pada shift register ini adalah data masuk- clock- data masuk-clock-data masul-clock begitu seterusnya. Pin OE atau Output Enable digunakan untuk mengaktifkan output serial maupun output paralel. Logika 1 untuk enable dan logika 0 untuk disable. QP0 - QP7 adalah output paralel dari shift register ini sedangkan QS1 - QS2 adalah output serial dari shift register ini. Jika menggunakan lebih dari satu IC Shift Register maka pin data dari IC Shift Register selanjutnya dihubungkan  ke output serial dari IC Shift Register sebelumnya. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di timing diagram berikut ini:

Timing Diagram











Untuk lebih jelasnya dapat dilihat datasheetnya di sini.


wasalam

Sabtu, 11 Desember 2010

Mengenal Solenoid Valve











Solenoid Valve atau yang lebih sering disingkat dengan inisial SV adalah sebuah alat listrik yang digunakan untuk membuka/ menutup katup. SV ini pada umumnya digunakan sebagai pengganti kran pada pipa baik pipa gas, pipa air dan lain sebagainya. 

Bagian bagian dari SV













Keterangan gambar:
1. Valve body
2. Saluran masukan
3. Saluran keluaran
4. Coil/ Solenoid
5. Lilitan koil
6. Dudukan kabel
7. Katup
8. Pegas
9. Lubang

Cara Kerja
SV bekerja berdasarkan prinsip On/Off jadi SV akan dalam keadaan terbuka jika on dan SV dalam keadaan tertutup jika di off kan kembali. Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa katup (7) yang terdapat pada SV dikendali oleh lilitan koil (5) yang ada di sekeliling katup, jika lilitan diberikan arus listrik maka lilitan akan memiliki medan magnet, karena medan magnet katub berlawanan dengan medan magnet pada lilitan maka katup yang ada didalam lilitan akan terdorong keluar. Pegas digunakan untuk menjaga agar katup dapat kembali keposisi semula setelah didorong oleh lilitan. SV menggunakan tegangan AC tetapi ada juga yang menggunakan tegangan DC.

Salah satu jenis SV, yaitu yang menggunakan tegangan DC 12V -berdasarkan pengalaman- dapat dengan mudah diinterfacekan  atau dihubungkan atau dikendalikan dengan menggunakan mikrokontroler. Karena output mikrokontroler hanya max 5volt maka pada rangkaian hardware SV tersebut perlu ditambahkan transistor kemudian dari transistor dihubungkan ke relay kemudian baru ke SV. Proses mengontrolnya juga sangat mudah yaitu dengan memberikan logika 1 dan 0 pada output mikrokontroler.

wasalam

Jumat, 10 Desember 2010

Jangan buang lampu hemat energi anda










Lampu hemat energi saat ini memang sudah marak dipasaran dan sudah mulai menggeser penggunaan lampu bohlam yang lebih dahulu "eksis". Jika lampu hemat energi anda mati, jangan langsung buang lampu hemat energi anda.
      Tahukah anda dalam lampu hemat energi terdapat rangkaian elektronik yang komponen komponennya sebagian besar masih bisa digunakan.











Didalam satu lampu hemat energi terdapat:
  • resistor - 6 buah
  • dioda - 4 buah
  • transistor - 2 buah
  • capacitor mylar - 3 buah
  • electrolit capacitor - 2 buah
  • induktor - 1 buah
  • 2 utas kabel - masing masing 8 cm
*untuk nilai masing masing komponen berbeda beda untuk setiap merk

Sayangkan kalo komponen sebanyak itu cuma dibuang. Kurangilah sampah elektronik mulai dari diri sendiri.  

salam damai

Kamis, 09 Desember 2010

Aplikasi keypad pada ATMEGA16 dengan CVAVR

Konfigurasi hardware:
1. keypad 4x3
2. atmega32
3. LCD 16*2

berikut rangkaiannya (proteus)

Untuk programnya digunakan bahasa pemrograman CVAVR, source codenya dapat di download disini


Penjelasan:
Pada dasarnya membaca input dari keypad adalah dengan melakukan proses "scan" pada setiap kolom. Maksud proses "scan" disini adalah memberikan logika 1 pada semua pin dan hanya pada kolom A saja yang diberikan logika 0

dengan keadaan seperti diatas maka akan dapat diketahui apakah tombol a1, a2, a3 atau a4 yang ditekan. potongan programnya adalah sebagai berikut:

DDRD = 0b00000111;
PORTD = 0b11111110;
delay_us(1);
if (PIND==0b11110110) {
lcd_gotoxy (0,0);
lcd_putsf ("1");
delay_ms(100);
lcd_gotoxy (0,0);
lcd_putsf(" ");
}
else if (PIND==0b11101110)
{

lcd_gotoxy (0,0);

lcd_putsf ("4");
delay_ms(100);
lcd_gotoxy (0,0);
lcd_putsf(" ");

}
else if (PIND==0b11011110){
lcd_gotoxy (0,0);
lcd_putsf ("7");

delay_ms(100);
lcd_gotoxy (0,0);
lcd_putsf(" ");
}
else if (PIND==0b10111110){
lcd_gotoxy (0,0);

lcd_putsf ("*");
delay_ms(100);
lcd_gotoxy (0,0);
lcd_putsf(" ");
};

kemudian untuk proses scan yang kedua sama seperti proses scan yang pertama hanya saja dilakukan pada kolom B


dengan kondisi seperti diatas maka dapat diketahui apakah tombol b1, b2, b3 atau b4 yang sedang ditekan. Berikut merupakan potongan programnya:

DDRD = 0b00000111;
PORTD = 0b11111101;

delay_us(1);

if (PIND==0b11110101) {

lcd_gotoxy (0,0);

lcd_putsf ("2");

delay_ms(100);

lcd_gotoxy (0,0);

lcd_putsf(" ");
}
else if (PIND==0b11101101){
lcd_gotoxy (0,0);
lcd_putsf ("5");
delay_ms(100);
lcd_gotoxy (0,0);

lcd_putsf(" ");
}
else if (PIND==0b11011101){
lcd_gotoxy (0,0);
lcd_putsf ("8");

delay_ms(100);
lcd_gotoxy (0,0);

lcd_putsf(" ");
}
else if (PIND==0b10111101){
lcd_gotoxy (0,0);
lcd_putsf ("0");

delay_ms(100);
lcd_gotoxy (0,0);

lcd_putsf(" ");

};

kemudian untuk proses scan yang ketiga sama seperti proses scan yang pertama hanya saja dilakukan pada kolom C
dengan kondisi seperti diatas maka dapat diketahui apakah tombol c1, c2, c3 atau c4 yang ditekan. berikut merupakan potongan programnya:

DDRD = 0b00000111;
PORTD = 0b11111011;
delay_us(1);
if (PIND==0b11110011) {
lcd_gotoxy (0,0);
lcd_putsf ("3");
delay_ms(100);
lcd_gotoxy (0,0);
lcd_putsf(" ");
}
else if (PIND==0b11101011){
lcd_gotoxy (0,0);
lcd_putsf ("6");
delay_ms(100);
lcd_gotoxy (0,0);
lcd_putsf(" ");
}
else if (PIND==0b11011011){
lcd_gotoxy (0,0);
lcd_putsf ("9");
delay_ms(100);
lcd_gotoxy (0,0);
lcd_putsf(" ");
}
else if (PIND==0b10111011){
lcd_gotoxy (0,0);
lcd_putsf ("#");
delay_ms(100);
lcd_gotoxy (0,0);
lcd_putsf(" ");
};

ketiga proses scan tersebut harus dilakukan secara cepat dengan proses looping, semakin cepat proses loopingnya maka semakin cepat pula respon dari keypad.

download:
simulator (proteus) klik disini
program(CVAVR) klik disini

wasalam

Keypad



Keypad atau "bantalan kunci" sebenarnya adalah kumpulan dari push button yang disusun secara matrix, hampir mirip dengan dot matrix, jika dot matrix tersusun oleh kumpulan led maka keypad tersusun oleh kumpulan push button. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:

Pada umumnya di pasaran keypad yang tersedia yaitu 4x3 dan 4x4. fungsi utama keypad yaitu sebenarnya untuk menghemat penggunaan port input, misalnya pada keypad 4x4 dapat digunakan sebagai input sebanyak 16 tombol dan hanya menggunakan 8 port, coba banyangkan kalau tanpa menggunakan keypad maka akan membutuhkan 16 port, dengan demikian penggunaan port input dapat diminimalir.

bentuk fisik dari keypad:


salam damai.