Tampilkan postingan dengan label PWM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PWM. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Februari 2011

Mengenal PWM

   Pulse Width Modulation (PWM) adalah suatu metode pengontrolan daya yang digunakan pada kebanyakan piranti elektronika, contoh pada Power Supply pada PC, UPS atau power supply2 pada perangkat elektronik lainnya. selain digunakan untuk mengontrol daya, PWM juga bisa digunakan untuk mengatur piranti elektronik seperti motor servo.
   Seperti namanya Pulse Width Modulation atau bahasa indonesianya Pulsa dengan lebar modulasi merupakan suatu bentuk sinyal tegangan yang diubah ubah lebar pulsanya untuk lebih jelasnya bisa dilihat digambar bawah ini. 

 

Dalam gambar diatas terlihat terdapat lima buah PWM dengan 5 macam Duty Cycle yang bernilai 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Duty Cycle adalah suatu parameter dari PWM yang menunjukkan perbandingan sinyal logika 1 (5 volt) dan sinyal logika 0 (0 volt), misalnya :

PWM dengan Duty Cycle 25% dengan periode katakanlah 100ms maka berarti sinyal logika 1 pada PWM tersebut adalah 25% dari keseluruhan periode sinyal  atau 25% dari 100ms = 25ms, sedangkan untuk sinyal logika 0 pada PWM tersebut adalah sisanya atau 75 ms.

Penggunaan PWM dalam pengontrolan daya ini lebih efisien jika dibandingkan dengan pengontrolan daya dengan cara konvensional (rangkaian resistif), karena tidak ada daya yang terbuang menjadi panas.

PWM dapat dibangkitkan dengan beberapa cara salah duanya adalah dengan Mikrokontroler dan menggunakan Timer IC 555.

jika ada yang kurang atau salah silahkan sampaikan melalui komen
wasalam

Senin, 07 Juni 2010

Mengenal IC 555

IC 555 adalah sebuah ic berkaki 8 yang biasa digunakan untuk menghasilkan clock atau detak. IC 555 ini memiliki feature sebagai berikut:
  • Dapat melakukan pewaktuan dari milisekon sampai jam.
  • Dapat beroperasi pada mode monostable dan astable
  • Duty cycle dapat disesuaikan
  • Memiliki arus output 200mA
  • Supply dan output mode TTL
  • Output normaly on dan normaly off
IC ini dapat diaplikasikan sebagai:
  • Pewaktu yang presisi
  • Generator pulsa
  • Pewaktu sequensial
  • Generator time delay
  • Generator PWM
  • Pulse Position Modulation
  • Linear ramp generator
IC ini memiliki skema diagram sebagai berikut:













Berikut merupakan contoh aplikasi dari IC lm555 :

>>Rangkaian Monostable














Berikut merupakan konfigurasi dari nilai C dan R dari rangkaian ini















>>Rangkaian Astable
















>>Rangkaian Pulse Width Modulation















Untuk penjelasan lebih lengkap cari tahu di datasheetnya.

Setelah lihat datasheet kemudian iseng2 coba bikin rangkaian astable pake ic 555 ini













rangkaian ini akan mengeluarkan pulsa yang akan membuat led berkedip kedip ( trust me it work). Frekuensi kedipan Led atau pulsa dari rangkaian astable ini adalah dapat ditentukan dengan rumus berikut:












pengen tahu lebih banyak? lihat datasheet aja...klik disini.

wasalam




Sabtu, 05 Juni 2010

Mengenal Timer/Counter 2 pada ATMega16

Seperti pada Timer/Counter0, Timer/Counter 2 ini memiliki kapasitas 8 bit atau mampu mencacah sampai 2^8 atau 255. Berikut merupakan deskripsi dari Timer/Counter 2 :
  1. Sebagai counter 1 kanal
  2. Timer di-nolkan saat Match Compare (auto reload)
  3. Dapat menghasilkan gelombang PWM dengan glitch-free
  4. Frekuensi generator
  5. Prescaler 10 bit untuk timer
  6. Interupsi timer yang disebabkan timer overflow dan match compare
Pengaturan Timer/Counter 2 diatur oleh TCCR2 (Timer/Counter Control Register 2) yang dapat dilihat sebagai berikut:





berikut penjelasan setiap bit nya:

1. bit 7___FOC2: Force Output Compare

2. bit 6,3__WGM21:WGM20 : Waveform Generation Unit
Bit tersebut mengontrol kenaikan counter, sumber dari nilai maksimum counter, dan tipe dari jenis Timer/Counter yang dihasilkan, yaitu mode normal, clear timer, mode compare match dan dua tipe dari PWM (Pulse Wtdh Modulation).








3. bit 4,5__Com01:COM00 :Comapare Match Output Mode
Bit mengontrol pin OC0 (Output Compare pin). Apabila kedua bit tersebut nol atau clear, maka pin OC0 berfungsi sebagai pin biasa. Namun jika salah satu bit set, maka fungsi pin tergantung pada setting bit pada WGM00 dan WGM01.

pada mode non pwm






pada mode fast pwm







pada mode phase correct pwm







4. bit 2,1,0__CS22,CS21,CS20 : Clock Select
Ketiga bit tersebut memilih sumner clock yang akan digunakan oleh Timer/Counter2









wasalam